Soal cerita persentase di TPA sering menggabungkan dua perubahan harga: diskon dulu, lalu pajak. Banyak peserta langsung menjumlahkan atau mengurangkan persentasenya, padahal itu cara yang keliru. Pajak dikenakan pada harga setelah diskon, bukan pada harga awal.
Kabar baiknya, soal jenis ini selalu mengikuti pola yang sama, jadi kamu cukup mengerjakannya dua langkah.
Rumus dasar
Misalkan harga awal adalah H, diskon d\%, dan pajak p\%. Harga yang dibayar:
\text{Harga akhir} = H \times (1 - d) \times (1 + p)
Dua faktor di sini bisa dikalikan dalam urutan apa pun, hasilnya tetap sama. Jadi kamu bebas memilih mana yang dihitung lebih dulu.
Langkah mengerjakan
- Hitung harga setelah diskon: H \times (1 - d).
- Hitung harga setelah pajak: hasil langkah 1 dikali (1 + p).
- Cek. Harga akhir harus lebih kecil dari harga awal jika diskonnya lebih besar dari pajak.
Jangan pernah menjumlahkan diskon dan pajak lebih dulu. Itu hasilnya berbeda.
Contoh pembahasan
Coba kerjakan dulu soal berikut sebelum membaca pembahasannya:
Pembahasan
Langkah 1: harga setelah diskon. Diskon 25\% berarti harga tinggal 75\%:
400.000 \times (1 - 0{,}25) = 400.000 \times 0{,}75 = 300.000
Langkah 2: harga setelah pajak. Pajak 10\% dikenakan pada 300.000:
300.000 \times (1 + 0{,}10) = 300.000 \times 1{,}10 = 330.000
Jadi harga yang harus dibayar adalah B. Rp330.000.
Jebakan yang perlu diwaspadai
Pilihan C. Rp340.000 adalah hasil dari menjumlahkan persentase lebih dulu:
400.000 \times (1 - 0{,}25 + 0{,}10) = 400.000 \times 0{,}85 = 340.000
Cara ini keliru, karena pajak tidak dikenakan pada harga awal. Ingat selalu urutannya: diskon dulu, baru pajak.
Latihan
Sekarang coba tiga soal berikut. Gunakan rumus yang sama, dan perhatikan urutannya.
Kalau kamu bisa menyelesaikan ketiganya tanpa ragu, kamu sudah siap menghadapi soal cerita persentase lainnya. Lanjutkan dengan kumpulan soal soal cerita.