Silogisme adalah cara menarik kesimpulan dari dua pernyataan (premis). Soal jenis ini muncul di subtes penalaran TPA dan TIU CPNS. Banyak peserta menjawab berdasarkan logika sehari-hari, padahal soal silogisme harus dijawab hanya berdasarkan premis yang diberikan, meskipun isinya terdengar aneh.

Bentuk dasar silogisme

Premis 1: Semua A adalah B. Premis 2: Semua B adalah C. Kesimpulan: Semua A adalah C.

Contoh: Semua pegawai kantor itu memakai seragam. Semua yang memakai seragam mendapat kartu identitas. Kesimpulan: semua pegawai kantor itu mendapat kartu identitas.

Pola-pola yang perlu dihafal

Premis Kesimpulan yang sah
Semua A adalah B. Semua B adalah C. Semua A adalah C.
Semua A adalah B. Sebagian C adalah A. Sebagian C adalah B.
Semua A adalah B. Tidak ada B yang C. Tidak ada A yang C.
Semua A adalah B. X adalah A. X adalah B.
Jika P, maka Q. P terjadi. Q terjadi. (modus ponens)
Jika P, maka Q. Q tidak terjadi. P tidak terjadi. (modus tollens)
Jika P, maka Q. Jika Q, maka R. Jika P, maka R. (silogisme hipotetis)

Kesalahan yang paling sering terjadi

1. Membalik pernyataan "semua". "Semua kucing adalah hewan" tidak berarti "semua hewan adalah kucing". Pernyataan "semua A adalah B" hanya berlaku satu arah.

2. Menyimpulkan dari akibat. Dari "Jika hujan, jalan basah" dan "Jalan basah", kita tidak bisa menyimpulkan bahwa tadi hujan. Jalan bisa basah karena hal lain. Ini kesalahan yang disebut menegaskan konsekuen.

3. Menyimpulkan dari sebab yang tidak terjadi. Dari "Jika hujan, jalan basah" dan "Tidak hujan", kita juga tidak bisa menyimpulkan bahwa jalan kering.

4. Memakai pengetahuan di luar soal. Jika premisnya "Semua ikan bisa terbang", kesimpulan harus mengikuti premis itu, walaupun di dunia nyata salah.

Teknik cepat: diagram lingkaran

Untuk pernyataan "semua", "sebagian", dan "tidak ada", gambar lingkaran sederhana:

  • Semua A adalah B: lingkaran A di dalam lingkaran B.
  • Sebagian A adalah B: lingkaran A dan B saling beririsan.
  • Tidak ada A yang B: lingkaran A dan B terpisah.

Setelah digambar, periksa setiap pilihan jawaban. Kesimpulan yang sah adalah yang selalu benar pada gambar, bukan yang hanya mungkin benar.

Negasi yang sering keluar

Pernyataan Ingkaran (negasi)
Semua A adalah B. Ada (sebagian) A yang bukan B.
Ada A yang B. Tidak ada A yang B.
Jika P, maka Q. P dan tidak Q.
P dan Q. Tidak P atau tidak Q.
P atau Q. Tidak P dan tidak Q.

Ingkaran "Semua siswa lulus" adalah "Ada siswa yang tidak lulus", bukan "Semua siswa tidak lulus". Ini jebakan yang sangat sering muncul.

Contoh soal

Soal. Semua peserta pelatihan mendapat sertifikat. Sebagian peserta pelatihan adalah guru. Kesimpulan yang tepat adalah …

(a) Semua guru mendapat sertifikat. (b) Sebagian guru mendapat sertifikat. (c) Semua yang mendapat sertifikat adalah guru. (d) Tidak ada guru yang mendapat sertifikat.

Pembahasan. Guru yang menjadi peserta pelatihan pasti mendapat sertifikat, tetapi kita tidak tahu tentang guru lain yang bukan peserta. Maka kesimpulan yang pasti benar adalah (b) Sebagian guru mendapat sertifikat.

Kesimpulan

Soal silogisme menuntut disiplin: jawab hanya dari premis, jangan membalik pernyataan "semua", dan jangan menyimpulkan dari akibat. Hafalkan tabel pola dan negasi di atas, gunakan diagram lingkaran saat ragu, lalu latih beberapa soal setiap hari. Untuk melatih bagian TPA lainnya, coba latihan deret angka dan sinonim & antonim.