Strategi Jitu TOEFL Structure: Menguasai Appositives
Dalam tes TOEFL bagian Structure and Written Expression, salah satu masalah yang paling sering muncul adalah kebingungan dalam menentukan Subjek (Subject) kalimat karena adanya Appositive.
Jika Anda bisa menguasai satu hal ini, Anda akan terhindar dari banyak kesalahan fatal dalam menentukan struktur kalimat.
1. Apa Itu Appositive?
Appositive adalah kata benda (noun) atau frasa kata benda (noun phrase) yang diletakkan setelah atau sebelum kata benda lain untuk menjelaskan atau mendeskripsikan kata benda tersebut.
Kunci Utama: Appositive bukanlah Subjek! Ia hanya memberikan informasi tambahan. Jika Appositive dibuang, kalimat tersebut tetap benar secara tata bahasa.
2. Dua Pola Rumus "Wajib Hafal"
Dalam TOEFL, keberadaan tanda koma (,) adalah petunjuk terbesar Anda. Ada dua posisi utama untuk Appositive:
Pola A: Appositive di Tengah (Diapit dua koma)
Pola ini yang paling sering menjebak peserta tes.
Subject, [Appositive], Verb
- Contoh: Tom, a really good mechanic, is fixing the car.
- Analisis:
- Subject: Tom
- Appositive: a really good mechanic
- Verb: is fixing
Pola B: Appositive di Awal (Satu koma)
[Appositive], Subject + Verb
- Contoh: A really good mechanic, Tom is fixing the car.
- Analisis:
- Appositive: A really good mechanic
- Subject: Tom
- Verb: is fixing
3. Strategi Menghadapi Jebakan (Distractors)
Pembuat soal TOEFL biasanya menghilangkan Subject atau Appositive-nya. Tugas Anda adalah mengidentifikasi apa yang hilang.
Jebakan 1: Mengira Appositive adalah Subject
Soal: _______, George, is attending the lecture.
- Kesalahan Umum: Peserta melihat kata "George" dan mengira itu adalah Subject. Karena mengira sudah ada Subject, mereka memilih jawaban yang salah (seperti Adverb atau Verb tambahan).
- Solusi: Lihat komanya! Karena "George" diapit dua koma, dia adalah Appositive. Kalimat ini kehilangan Subject. Cari jawaban yang berupa Noun.
Jebakan 2: Memasukkan Verb ke dalam Appositive
Soal: A really good mechanic, Tom _______ the car.
- Kesalahan Umum: Memilih jawaban yang hanya berupa Noun atau Adjective tanpa Verb, atau memilih jawaban yang membuat klausa ganda.
- Solusi: Pastikan kalimat memiliki satu Verb utama (Main Verb).
4. Contoh Soal: Langkah demi Langkah
Mari kita bedah satu contoh soal dengan tingkat kesulitan sedang.
Soal:
_______, Sarah rarely misses a basketball game.
(A) An excellent basketball player
(B) An excellent basketball player is
(C) Sarah is an excellent basketball player
(D) Her excellent basketball play
Langkah Analisis:
-
Identifikasi Kalimat:
- Lihat setelah koma:
Sarah (Subject) + rarely misses (Verb).
- Kalimat inti sudah LENGKAP (Subject + Verb).
-
Identifikasi Bagian Rumpang:
- Bagian kosong ada di depan kalimat, dipisahkan oleh koma.
- Ini pasti tempat untuk Appositive.
-
Evaluasi Pilihan Jawaban:
- (A) An excellent basketball player: Ini adalah Noun Phrase. Cocok sebagai Appositive. -> KANDIDAT KUAT.
- (B) An excellent basketball player is: Ada to be "is" (Verb). Salah, karena akan ada dua verb (is & misses) tanpa konektor. -> SALAH.
- (C) Sarah is an excellent basketball player: Ini kalimat utuh (Subject + Verb). Salah, karena akan terjadi Comma Splice (dua kalimat digabung hanya dengan koma). -> SALAH.
- (D) Her excellent basketball play: Secara struktur ini Noun Phrase, tapi secara makna "Permainan bolanya" tidak bisa menjelaskan "Sarah" (orang). Appositive harus setara (Orang menjelaskan Orang). -> KURANG TEPAT.
Jawaban Benar: (A)
5. Ringkasan Cepat
- Cari Subject dan Verb terlebih dahulu.
- Perhatikan tanda koma.
- Jika strukturnya
..., Noun, ..., maka Noun di tengah itu adalah Appositive, bukan Subject.
- Appositive tidak boleh mengandung Verb (kecuali dalam bentuk Reduced Adjective Clause, tapi itu topik lanjutan). Untuk level dasar, hindari pilihan jawaban yang ada is, am, are, was, were di dalam posisi Appositive.
Keywords:
- Appositive: Penjelasan tentang frasa penjelas subjek